Rabu, 04 Maret 2015

Kesalahan Fatal Karena Ucapan

Hai Teman-teman!
Bertemu lagi dengan saya di Islamku Agamaku
Kali ini saya akan membicarakan tentang kesalahan yang fatal karena lisannya
Sudah selesai basa-basinya jadi sekarang mari scroll kebawah ya (^_^)

1.Mengagumkan manusia
   Kebanyakan orang mengagumkan seseorang yang dinilainya cantik,tampan,kaya,pintar
   padahal semua itu bisa membuat kita masuk ke dalam neraka
   Allah swt. membenci orang yang mengagumi manusia lain
   Contoh dari mengagumi orang yaitu:hebat sekali si A dia bla bla bla

2.Menzihar istri
   Menzihar istri artinya menyamakan istri dengan ibu kita sendiri
   kebanyakan orang menyamakan antara istri dengan ibunya karena ingin
   menjaganya seperti menjaga ibunya
   akibat dari perbuatan ini yaitu kita harus berpuasa selama 2 bulan berturut-turut
   Contoh dari perbuatannya yaitu: (istriku) kuanggap seperti ibuku

3.Berkata yang menyakitkan hati manusia
   Hal ini sangat sepele tapi dapat menyakitkan hati seseorang
   barang siapa menyakiti hati manusia dia akan disusahkan jalan menuju kesurga
   Contohnya:Menghina Fisik Si A

Terima kasih atas perhatiannya
Maaf kalau ada salah kata
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Lihat Selengkapnya - Kesalahan Fatal Karena Ucapan

Jumat, 16 Januari 2015

Zakat

Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya adalah membersihkan diri atau mensucika diri. Sedangkan menurut istiah zakat adalah kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan atau yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat tertentu sesuai dengan syariat islam. Zakat terbagi menjadi dua yaitu zakat fitrah dan zakat mal.


Zakat Fitrah

Apa yang dimaksud dengan zakat fitrah ? adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang islam. Laki laki dan perempuan, besar dan kecil, merdeka atau hamba sahaya. Tujuanya untuk membersihkan jiwa / diri seseorang yang sudah melaksanakan puasa. Zakat fitrah berupa makanan pokok yang mengenyangkan yaitu sebanyak 3,2 liter atau 2,5 kg.

Hukum Zakat fitrah

Hukum dari zakat fitrah hukumnya adalah wajib ain yang artinya wajib bagi muslim laki laki, perempuan, tua maupun muda.

Waktu pembayaran zakat fitrah

berikut adalah beberapa waktu yang diperbolehkan, wajib, sunnah, makruh, dan haram pada saat pembayaran zakat fitrah.
a. Waktu yang diperbolehkan, yaitu dari bulan ramadhan sampai terakhir bulan ramadhan
b. Wajtu yang Wajib, yaitu dari terbenam matahari penghabisan bulan ramadhan.
c. Waktu yang lebih baik (sunnah), yaitu dibayarkan sesudah shalat shubuh, sebelum pergi shalat ied.
d. Waktu makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah shalat ied, tetapi sebelum terbenam matahari, pada hari raya idul fitri.
e. Waktu haram, yaitu membayar zakat fitrah setelah terbenam matahari pada hari raya idul fitri.


Syarat Wajib Zakat Fitrah.

Berikut adalah Syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah:
a. Islam. orang yang bukan islam tidak wajib
b. Dilaksanakan sesudah terbenam matahari diakhir bulan Ramadhan
c. Mempunyai kelebihan harta untuk keperluan makan dirinya sendiri dan keluarga.


Rukun Zakat Fitrah

Berikut adalah Rukun dari zakat fitrah.
a. Niat zakat
b. Orang yang berzakat atau nama lainya adalah muzakki
c. Orang yang menerima atau nama lainya adalah Mustahik
d. Makanan pokok yang dizakatkan.


Zakat Mal

Pengertian zakat mal , menurut bahasa adalah berasal dari kata tazkiyah yang artinya adalah menyucikan harta benda. Sedangkan menurut istilah kadar harata benda tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat islam yang memenuhi syarat kepada orang yang berhak menerimanya.


Hukum Zakat mal

Mengeluarkan zakat Mal hukumnya adalah Wajib bagi orang islamyang memenuhi syarat. Tujuanya adalah untuk membersihkan diri dari harta benda yang dimilikinya.


Syarat Zakat Mal

Apa Syarat dari mengeluarkan Zakat mal ? syaratnya adalah
a. Islam
b. Merdeka 
c. Cukup senisab ( batas jumlah minimal)
d. Cukup waktunya (haul)


Rukun dari Zakat mal

Berikut adalah rukun dari zakat mal , yaitu
a. Niat berzakat
b. Orang yang berjakat (muzakki)
c. Orang yang menerima (mustahik)
d. Barang/harta yang dizakatkan


Waktu pelaksanaan Zakat Mal

Zakat mal dikeluarkan setahun sekali bila sudah cukup nisabnya kecuali hasil panen dan temuan sedangkan zakat fitrah dikeluarkan pada bulan ramadhan sampai menjelang shalat idul fitri.


Yang berhak menerima Zakat adalah :

Berikut adalah yang berhak menerima zakat, yaitu
1) Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kehidupanya.
 
2) Orang miskin: orangyang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.

3) Pengurus zakat : orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.

4) Muallaf: orang kafir yang ada harapan untuk masuk agama islam dan orang yang baru mask agama islam yang imanya masih kurang atau lemah.

5) Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang orang kafir.

6) Orang berhutang : orangyang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya.  Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

7) Pada jalan allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan islam dan kaum muslimin. diantara mufasirin ada berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain lain.

8) Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya tersebut.

sekian artikel saya tentang Pengertian dan Penjelasan Zakat mal dan Zakat fitrah Semoga artikel yang saya berikan bermanfaat bagi anda.
Lihat Selengkapnya - Zakat

Penjelasan Tentang Puasa Wajib Dan Sunnah

Puasa menurut bahasa berasal dari bahasa arab yaitu "shoum" yang artinya adalah menahan diri. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Puasa itu ada yang hukumnya wajib dan ada juga yang hukumnya sunnah. Meskipun pada dasarnya perintah puasa itu wajib seperti Firman Allah dalam QA. Al Baqarah ayat 183. Yang artinya: 
"Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa."
 Puasa yang dimaksud dalam arti ayat diatas tersebut adalah puasa yang diwajibkan pada bulan Ramadhan bagi orang yang sudah memenuhi syarat. Dengan tujuan agar manusia bertaqwa kepada Allah SWT.

Syarat Wajib Berpuasa

  • Berakal sehat, orang yang gila tidak diwajibkan
  • Kuat berpuasa, bagi orang yang tidak kuat karena lanjut usia atau sakit, tidak diwajibkan untuk berpuasa. Cukup dengan membayar fidyah.
  • Baligh/dewasa, anak anak tidak wajib untuk berpuasa.

Syarat Syah Puasa

  • Beragama Islam
  • Suci dari haid dan nifas
  • Mumayiz atau mengerti membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk
  • Dalam waktu yang ditentukan atau diperbolehkan dalam berpuasa.

 Rukun Puasa

  • Niat pada malam hari
  • Menahan dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari (maghrib)

Yang membatalkan Puasa

  1. Makan dan minum dengan di sengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Bersetubuh pada siang hari
  4. Keluar darah (haid dan nifas)
  5. Hilang akal
  6. Keluar mani dengan sengaja
  7. membatalkan atau menggugurkan niat puasa

Macam Puasa Wajib

  1. Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan lamanya menjalankan puasa tersebut.
  2. Puasa Qadla adalah puasa pengganti Ramadhan yang ditinggalkan
  3. Puasa Nadzar adalah puasa yang harus dilakukan karena janji/nadzar tentang kebaikan
  4. Puasa Kifarat adalah puasa yang dilakukan karena melanggar larangan agama islam.

Orang yang diperbolehkan Berbuka (Meninggalkan Puasa) dan Tata cara menggantinya.

  1. Orang yang sedang sakit dengan cara mengganti di lain hari atau mengqadla
  2. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh atau musafir, cara menggantinya dengan cara mengqadla
  3. Orang yang sudah tua dan tidak kuat berpuasa lagi, mereka harus membayarnya dengan fidyah.
  4. Orang yang sedang hamil dan menyusui cara menggantinya dengan cara mengqadla, bila yang diberatkan anak dan orang tuanya, tapi bila yang diberatkan anaknya saja menurut sebagian ulama' wajib membayar qadla dan membayar fidyah.
  5. Pekerja berat, dimana dia tidak mempunyai sumber pendapatan lain kecuali pekerjaan itu dalam hal ini orang tersebut harus membayar fidyah.

Macam Macam Puasa Sunnah

Selain puasa wajib terdapat juga puasa sunnah antara lain yaitu:
  1. Puasa enam hari pada bulan syawal dan pahalanya sama dengan puasa sepanjang masa
  2. Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah kecuali orang melakukan ibadah haji. Puasa ini akan menghilangkan dosa selama dua tahun.
  3. Puasa hari Senin dan Kamis.

Fungsi Puasa Dalam Kehidupan

  1. Sebagai tanda syukur atas nikmat Allah
  2. Melatih hidup disiplin, jujur, dan sabar.
  3. Sebagai pengendali hawa nafsu dari perbuatan tercela
  4. Melatih kepekaan sosial
Terimakasih sekian artikel dari kami dengan judul  Penjelasan Puasa Wajib dan Puasa Sunah lengkap Semoga artikel yang kami berikan bermanfaat bagi anda. Artikel ini diambil dari buku LKS, trimakasih.
Lihat Selengkapnya - Penjelasan Tentang Puasa Wajib Dan Sunnah

Makna Makanan Dalam Islam

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat  di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan......(QS Al Baqarah (29 . 168)
  Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, takterkecuali masalah makan.  Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku, demikian ujar K.H Didin Hafiduddin, MS  dalam Seminar Pameran Produk Halal Indonesia, Al Ghifari'96, di Bogor.
Dari ayat di atas, dapat disimak bahwa Allah menyuruh manusia memakan apa saja di dunia ini yang diciptakanNya, sepanjang batas-batas yang halal dan baik (thayibah).  Selain ayat-ayat di atas banyak lagi ayat dalam Al Qur´an yang berisi suruhan atau perintah agar manusia berhati-hati dalam memilih makanan, dapat memisahkan mana yang halal (dibolehkan) dan mana yang haram (tidak diijinkan), cara memperoleh makanan itu dan makanan itu baik dari segi kesehatan jasmani maupun rohani, a,l seperti pada ayat-ayat : Q.S Al Baqarah (2) : 172, QS An Nahl (16) : 114, QS Al Mu´minun (23) : 51, QS Al Araaf (7) :31, QS Al Anàm (6) :145, QS Al Maidah (5) : 3,  QS Al Anàm (6) :121 QS Al Baqarah (2) :173, QS An Nahl(16):115.
 
Cukup banyak ayat-ayat Allah SWT yang memperingatkan kita akan halnya makanan, apakah manusia tidak cukup memperhatikannya ? Padahal otot, tulang  otak, paru-paru, hati, alat-alat buangan semua di bangun dari apa  yang kita makan. Bila kita menghindari makanan-makanan yang  tidak baik (junk food), maka akan dihasilkan tulang yang kokoh, otot yang kuat, pipa/saluran-saluran yang bersih, otak yang cemerlang, paru-paru dan hati yang bersih, jantung yang dapat memompa darah dengan baik. Dan diperintah manusia untuk selalu memperhatikan makanannya, seperti firman Allah "Maka seharusnya manusia memperhatikan makanannya"  (QS Abasa (80) : 24). Mengapa ? Karena manusia yang ingin sehat jasmani rohaninya, salah satu faktor yang menunjang adalah dari makanan dan pola makanan yang diterapkan.
Jadi bagi seorang muslim makan dan makanan bukan sekedar penghilang lapar saja atau sekedar terasa enak dilidah, tapi lebih jauh dari itu mampu menjadikan tubuhnya sehat jasmani dan rohani sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai  "khalifah fil Ardhi". Rasulullah SAW pernah berkata dalam suatu hadistnya: "Seorang hamba Allah tidak akan berpindah dua kakipun pada hari kiamat, sampai ia mampu menjawab empat hal: umurnya bagaimana dihabiskan, pengetahuan  bagaimana diamalkan, hartanya bagaimana dinafkahkan  serta tubuhnya bagaimana digunakan atau diboroskan" (HR.Tirmidzi).
Tubuh manusia bisa diumpamakanseperti mesin yang sangat rumit dan tidak ada tandingannya . Seperti halnya mesin yang memiliki berbagai komponen, maka agar mesin itu dapat selalu berjalan dengan mulus perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain perlu dipelihara dan dijaga kebersihannya, diberi waktu beristirahat, dan digunakan dengan hati-hati
sesuai fungsinya. Demikian pula tubuh manusia, yang memiliki mekanisme yang sangat rumit itu dan salah satu segi pemeliharaan tubuh itu dengan makanan.   Dan tentu saja jika fungsi tersebut ada yang salah , misalnya tubuh terserang penyakit maka manusia harus
mengoreksi dirinya , tentu ada sesuatu yang salah dalam segi perawatan dan pemeliharaannya. Karena Allah tak akan menghadirkan bencana disebabkan ulah manusia itu sendiri, seperti dalam firmanNya   "Apa saja  ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari ( kesalahan) dirimu sendiri"    (QS.An  Nissa (4) : 79).
Begitu banyak hasil penelitian para ahli yang menyatakan kesalahan dalam makanan dapat mengganggu beberapa kerja tubuh, hingga akhirnya baik langsung ataupun tidak langsung dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti : penyakit kronis pada jantung, paru-paru, darah tinggi (hypertenssion), diabetes, penyakit lambung dan usus (peptic ulcer disease),   kegemukan (obesity), depresi, tumor, kanker dsb.  Mengapa itu terjadi dari makanan?  Mungkin manusia terlalu banyak makan, terlalu banyak garam, terlalu banyak gula, terlalu banyak lemak dan kholesterol, terlalu banyak bahan makanan tambahan (food additive), alkohol, merokok dsb.   Padahal semua yang berlebihan itu tidak disukai Allah SWT, seperti dalam firman-Nya:
"....,makan minumlah dan jangan berlebih-lebihan (melampaui batas yang dibutuhkan tubuh dan batas-batas yang dihalalkan)".  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"( QS Al Araaf (7) : 31)
Makanan yang Halal dan Haram
Makanan yang halal, yaitu makanan yang diijinkan bagi seorang muuslim untuk memakannya.  Islam menghalalkan sesuatu yang baik-baik.  Makanan yang haram adalah terlarang seorang muslim untuk memakannya.  Banyak pendapat yang menterjemahkan makanan "halal" tersebut.  Akan tetapi pada umumnya dapat dikatakan makanan tersebut halal bila :
  • Tidak berbahaya atau mempengaruhi fungsi tubuh dan mental yang normal
  •  Bebas dari "najis(filth)" dan produk tersebut bukan berasal dari bangkai dan binatang yang mati karena tidak disembelih atau diburu
  • Bebas dari bahan-bahan yang berasal dari babi dan beberapa binatang lain yang tidak dapat dimakan oleh seorang muslim kecuali dalam keadaan terpaksa
  • Diperoleh sesuai dengan yang sudah ditentukan dalam Islam
  • Najis (Filth) dalam hal di atas, didefinisikan dalam 3 golongan : pertama, bersih dari sesuatu yang diperuntukkan untuk upacara-upacara/berhala, kedua yang dapat ditoleransi karena sulit untuk menghindarinya seperti darah dari nyamuk, dan insek lainnya, ketiga yang tak dapat ditoleransi seperti minuman yang memabukkan dan beracun serta bangkai. Sebaliknya makanan tersebut haram bila :
    • Berbahaya dan berpengaruh negativ pada fisik dan mental manusia
    • Mengandung najis(filth) atau produk berasal dari bangkai, babi dan binatang lain yang tidak dapat dimakan oleh seorang muslim
    • Berasal dari binatang yang diijinkan, tetapi tidak disembelih dngan aturan yang telah ditetapkan (secara islam) dan tidak dilakukan sepatutnya.
    Dalam Al Qur´an telah ditegaskan. Apa-apa saja makanan yang haram tersebut, seperti dalam surat Al Baqarah (2) :173, Al Anám (69) :145, An Nahl (16) :115 dan lebih diperinci lagi pada surat Al Maidah (59) :3
    "Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih atas nama selain Allah, yang (mati) dipukul, yang(mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala....".
    Alkohol/Arak (Al Khamr)
    Ayat-ayat Al Qur´an yang mengharamkan khmar, antara lain dalam QS Al baqarah (29 : 219, QS Al Maidah (5) : 90-91.
    Ketika Nabi Muhammad SAW pertamakali menyampaikan larangan khamr, beliau tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai untuk membuatnya tetapi dari segi pengaruh yang ditimbulkan, yaitu "memabukkan".  Dan memang suatu kenyataan  pengaruh khamr itu tidak saja pada tubuh manusia, juga mampu mengubah jalan fikiran manusia.  Apa yang dapat diharapkan dari orang yang tak mampu mengambil keputusan yang benar, tak mampu menjaga tubuhnya dari hal yang salah dan memalukan, tak mampu menjaga kualitas kemanusiaannya.  Dan Islam selalu mengambil jalan pencegahan, dilaranglah khamr dalam bentuk apapun dalam jumlah bagaimanapun, seperti beberapa hadist :
    Berkata nabi Muhammad  SAW :
    • " Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram"  (HR Muslim)
    • "Apa saja yang memabukkan dalam jumlah banyak, maka sedikitpun adalah haram (HR Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
    • "Khamr adalah sumber dari segala kejahatan" (HR Bukhari)
    • "Rasulullah SAW melaknat tentang khamr, 10 golongan : (1)yang memerasnya, (2)yang meminta diperaskan, (3)yang meminumnya, (4)yang membawanya, (5)yang minta diantari, (6)yang menuangkan, (7)yang menjualnya, (8)yang makan harganya, (9)yang membelinya, (10)yang minta dibelikan.
    Hasil penelitian para pakar kesehatan, hampir semua menyatakan alkohol dapat mempengaruhi kerja tubuh dan otak, serta mampu mengubah tingkah laku seseorang ke arah negativ.  Hingga jika sudah menjadi suatu ketagihan yang akut, sistim hormon manusia (terutama pancreatic endocrine system) menjadi terhambat, fungsi hati pun menjadi terganggu.  Selain itu juga mempengaruhi hormon kesuburan dan bayi yang dilahirkannya.  Alkohol pun dapat menghambat sistim kerja syaraf pusat, sehingga hilang kesadarannya, bahkan dalam kasus yang lebih akut, mampu menjadikan seseorang dalam keadaan koma, akhirnya binasa, padahal Allah SWT sudah memperingatkan manusia dalam firmanNya :
    "...., dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan"
    (QS Al Baqarah (2) :195) Ada satu segi yang oleh sementara orang ditanyakan, yaitu : tentang arak yang dipakai untuk berobat.  Dalam hal ini Rasulullah SAW pernah menjawabnya : "Dilarang!  Kata laki-laki itu kemudian "Innama nashnauha liddawa (=kami hanya pakai untuk berobat)".  Maka jawab Nabi SAW selanjutnya " Innahu laysa bidawaain wa laakinnahu daaun(0arak itu bukan obat, tetapi penyakit)   (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).
    Dan Sabdanya pula :
    "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat dan menjadikan untuk kamu bahwa tiap penyakit itu ada obatnya, oleh karena itu berobatlah, tetapi jangan berobat dengan yang haram" (HR Abu Dawud)
    Di samping itu Ibnu Qayim memperingatkan pula, jika ditinjau dari kejiwaan "bahwa syarat sembuh dari penyakit haruslah berobat yang diterima akal dan yakin akan manfaat obat itu serta adanya berakah kesembuhan yang dibuat Allah".
    Produk yang Meragukan
    Ada suatu perbedaan antara produk-produk beralkohol dan produk-produk yang berasal dari binatang yang diharamkan.  Pada produk-produk dari binatang itu banyak hal yang tidak detail dijelaskan  asalnya, dan hal ini menimbulkan keraguan.  Hal ini terutama bagi mereka yang hidup dimana terbukanya pengaruh-pengaruh internasional (lingkungan kosmopolit), sehingga dari mana produk itu berasal tidaklah jelas.  Dan bagi seorang muslim perlu mempunyai sikap wara (hati-hati) agar tidak jatuh ke daerah yang haram.
    Sperti sabda Rasulullah SAW :
    "Yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas dan diantaranya ada beberapa perkara yang belum jelas (syubhat), banyak orang yang tidak tahu : apakah ia masuk bagian yang halal atau haram?  Maka barangsiapa menjauhinya karena ingin membersihkan agama dan kehormatannya maka ia selamat; dan barangsiapa mengerjakan sedikitpun daripadanya hampir-hampir ia akan jatuh ke dalam haram, sebagaimana orang yang menggembala kambing di sekitar daerah terlarang, dia hampir-hampir akan jatuh kepadanya.  Ingatlah! Bahwa tiap-tiap raja mempunyai daerah larangan, ingat pula bahwa larangan Allah itu adalah semua yang diharamkan"  (HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)
    Jelasnya Islam mempersempit daerah haram dan memperlebar daerah halal, akan tetapi dalam mengambil suatu keputusan harus yakin bahwa itu masih dalam daerah yang diijinkan menurut syara.  Di samping itu, Islam memberikan perkenan untuk memakan yang haram dalam keadaan terpaksa atau "darurah", walaupun demikian dalam syariat islam kalau sampai terjadi keadaan darurah,  ada hukumnya sendiri.
    "Barangsiapa terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Pengasih" (QS Al Anám 146)
    Islam melarang sesuatu tentu karena ada sebab dan hikmahnya, dan merupakan suatu cobaan bagi umatnya, apakah akan mengikuti atau melanggarnya.  Dibalik semua itu  Allah tidak akan memberatkan suatu kaum dengan larangan-larangan-Nya, seperti firman-Nya :
    "Allah tidak menghendaki untuk memberikan kamu suatu beban yang berat, tetapi ia berkehendak untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya kepadamu supaya kamu bersyukur (QS Al maidah (5) :6)
     
    Sumber Pustaka
    Halal dan Haram dalam Pandangan Islam. 1980.  Syekh Muhammad Yusuf Qardlaawi. (terj).The Holy Koran Pub. House, Beirut, Lebanon.
    Majalah Ishlah. Edisi 57/tahun IV  1996, halaman 34-35
    Lihat Selengkapnya - Makna Makanan Dalam Islam

    Rabu, 14 Januari 2015

    Alqur'an Dengan Arti

    Daftar Surat (silahkan klik nama surat untuk membacanya)

    NO Nama Surat Jumlah Ayat Turun Di:
    1 Al-Fatihah 7 Makkiyah
    2 Al-Baqarah 286 Madaniyyah
    3 Ali Imran 200 Madaniyyah
    4 An-Nisaa 176 Madaniyyah
    5 Al-Maidah 120 Madaniyyah
    6 Al-An’am 165 Makkiyah
    7 Al-A’raf 206 Makkiyah
    8 Al-Anfaal 75 Madaniyyah
    9 At-Taubah 129 Madaniyyah
    10 Yunus 109 Makkiyah
    11 Huud 123 Makkiyah
    12 Yusuf 111 Makkiyah
    13 Ar-Ra’d 43 Madaniyyah
    14 Ibrahim 52 Makkiyah
    15 Al-Hijr 99 Makkiyah
    16 An-Nahl 128 Makkiyah
    17 Al-Israa’ 111 Makkiyah
    18 Al-Kahfi 110 Makkiyah
    19 Maryam 98 Makkiyah
    20 Thaahaa 135 Makkiyah
    21 Al-Anbiyaa 112 Makkiyah
    22 Al-Hajj 78 Madaniyyah
    23 Al-Mu’minuun 118 Makkiyah
    24 An-Nuur 64 Madaniyyah
    25 Al-Furqaan 77 Makkiyah
    26 Asy-Syu’araa 227 Makkiyah
    27 An-Naml 93 Makkiyah
    28 Al-Qashash 88 Makkiyah
    29 Al-‘Ankabuut 69 Makkiyah
    30 Ar-Ruum 60 Makkiyah
    31 Luqman 34 Makkiyah
    32 As-Sajdah 30 Makkiyah
    33 Al-Ahzab 73 Madaniyyah
    34 Saba’ 54 Makkiyah
    35 Faathir 45 Makkiyah
    36 Yaa Siin 83 Makkiyah
    37 Ash-Shaaffat 182 Makkiyah
    38 Shaad 88 Makkiyah
    39 Az-Zumar 75 Makkiyah
    40 Al-Mu’min 85 Makkiyah
    41 Fushshilat 54 Makkiyah
    42 Asy-Syuura 53 Makkiyah
    43 Az-Zukhruf 89 Makkiyah
    44 Ad-Dukhaan 59 Makkiyah
    45 Al-Jaatsiyah 37 Makkiyah
    46 Al-Ahqaaf 35 Makkiyah
    47 Muhammad 38 Madaniyyah
    48 Al-Fat-h 29 Madaniyyah
    49 Al-Hujuraat 18 Madaniyyah
    50 Qaaf 45 Makkiyah
    51 Adz-Dzaariyat 60 Makkiyah
    52 Ath-Thuur 49 Makkiyah
    53 An-Najm 62 Makkiyah
    54 Al-Qamar 55 Makkiyah
    55 Ar-Rahmaan 78 Madaniyyah
    56 Al-Waaqi’ah 96 Makkiyah
    57 Al-Hadiid 29 Madaniyyah
    58 Al-Mujaadilah 22 Madaniyyah
    59 Al-Hasyr 24 Madaniyyah
    60 Al-Mumtahanah 13 Madaniyyah
    61 Ash-Shaff 14 Madaniyyah
    62 Al-Jumuah 11 Madaniyyah
    63 Al-Munaafiqun 11 Madaniyyah
    64 At-Taghaabun 18 Madaniyyah
    65 Ath-Thalaaq 12 Madaniyyah
    66 At-Tahriim 12 Madaniyyah
    67 Al-Mulk 30 Makkiyah
    68 Al-Qalam 52 Makkiyah
    69 Al-Haaqqah 52 Makkiyah
    70 Al-Ma’aarij 44 Makkiyah
    71 Nuh 28 Makkiyah
    72 Al-Jin 28 Makkiyah
    73 Al-Muzzammil 20 Makkiyah
    74 Al-Muddatstsir 56 Makkiyah
    75 Al-Qiyaamah 40 Makkiyah
    76 Al-Insaan 31 Madaniyyah
    77 Al-Mursalaat 50 Makkiyah
    78 An-Naba’ 40 Makkiyah
    79 An-Naazi’aat 46 Makkiyah
    80 ‘Abasa 42 Makkiyah
    81 At-Takwiir 29 Makkiyah
    82 Al-Infithaar 19 Makkiyah
    83 Al-Muthaffif 36 Makkiyah
    84 Al-Insyiqaaq 25 Makkiyah
    85 Al-Buruuj 22 Makkiyah
    86 Ath-Thaariq 17 Makkiyah
    87 Al-A’laa 19 Makkiyah
    88 Al-Ghaasyiyah 26 Makkiyah
    89 Al-Fajr 30 Makkiyah
    90 Al-Balad 20 Makkiyah
    91 Asy-Syams 15 Makkiyah
    92 Al-Lail 21 Makkiyah
    93 Adh-Dhuhaa 11 Makkiyah
    94 Alam Nasyrah 8 Makkiyah
    95 At-Tiin 8 Makkiyah
    96 Al-‘Alaq 19 Makkiyah
    97 Al-Qadr 5 Makkiyah
    98 Al-Bayyinah 8 Madaniyyah
    99 Az-Zalzalah 8 Madaniyyah
    100 Al-‘Aadiyaat 11 Makkiyah
    101 Al-Qaari’ah 11 Makkiyah
    102 At-Takaatsur 8 Makkiyah
    103 Al-‘Ashr 3 Makkiyah
    104 Al-Humazah 9 Makkiyah
    105 Al-Fiil 5 Makkiyah
    106 Quraisy 4 Makkiyah
    107 Al-Maa’uun 7 Makkiyah
    108 Al-Kautsar 3 Makkiyah
    109 Al-Kaafiruun 6 Makkiyah
    110 An-Nashr 3 Madaniyyah
    111 Al-Lahab 5 Makkiyah
    112 Al-Ikhlash 4 Makkiyah
    113 Al-Falaq 5 Makkiyah
    114 An-Naas 6 Makkiyah

    Al-Qur’an dan Terjemahannya


    Sebelumnya, mungkin perlu download dan install dahulu Original Arabic Qur’an Fonts.
    silahkan klik nama-nama surat untuk membaca:
    No.  Surah
    1. Al-Fatihah
    Makiyah
    7 Ayat
    2. Al-Baqarah
    Madinah
    286 Ayat
    3. Ali Imran
    Madinah
    200 Ayat
    4. An-Nisaa
    Madinah
    176 Ayat
    5. Al-Maidah
    Madinah
    120 Ayat
    6. Al-An’am
    Makiyah
    165 Ayat
    7. Al-A’raf
    Makiyah
    206 Ayat
    8. Al-Anfaal
    Madinah
    75 Ayat
    9. At-Taubah
    Madinah
    129 Ayat
    10. Yunus
    Makiyah
    109 Ayat
    11. Huud
    Makiyah
    123 Ayat
    12. Yusuf
    Makiyah
    111 Ayat
    13. Ar-Ra’d
    Madinah
    43 Ayat
    14. Ibrahim
    Makiyah
    52 Ayat
    15. Al-Hijr
    Makiyah
    99 Ayat
    16. An-Nahl
    Makiyah
    128 Ayat
    17. Al-Israa’
    Makiyah
    111 Ayat
    18. Al-Kahfi
    Makiyah
    110 Ayat
    19. Maryam
    Makiyah
    98 Ayat
    20. Thaahaa
    Makiyah
    135 Ayat
    21. Al-Anbiyaa
    Makiyah
    112 Ayat
    22. Al-Hajj
    Madinah
    78 Ayat
    23. Al-Mu’minuun
    Makiyah
    118 Ayat
    24. An-Nuur
    Madinah
    64 Ayat
    25. Al-Furqaan
    Makiyah
    77 Ayat
    26. Asy-Syu’araa
    Makiyah
    227 Ayat
    27. An-Naml
    Makiyah
    93 Ayat
    28. Al-Qashash
    Makiyah
    88 Ayat
    29. Al-‘Ankabuut
    Makiyah
    69 Ayat
    30. Ar-Ruum
    Makiyah
    60 Ayat
    31. Luqman
    Makiyah
    34 Ayat
    32. As-Sajdah
    Makiyah
    30 Ayat
    33. Al-Ahzab
    Madinah
    73 Ayat
    34. Saba’
    Makiyah
    54 Ayat
    35. Faathir
    Makiyah
    45 Ayat
    36. Yaa Siin
    Makiyah
    83 Ayat
    37. Ash-Shaaffat
    Makiyah
    182 Ayat
    38. Shaad
    Makiyah
    88 Ayat
    39. Az-Zumar
    Makiyah
    75 Ayat
    40. Al-Mu’min
    Makiyah
    85 Ayat
    41. Fushshilat
    Makiyah
    54 Ayat
    42. Asy-Syuura
    Makiyah
    53 Ayat
    43. Az-Zukhruf
    Makiyah
    89 Ayat
    44. Ad-Dukhaan
    Makiyah
    59 Ayat
    45. Al-Jaatsiyah
    Makiyah
    37 Ayat
    46. Al-Ahqaaf
    Makiyah
    35 Ayat
    47. Muhammad
    Madinah
    38 Ayat
    48. Al-Fat-h
    Madinah
    29 Ayat
    49. Al-Hujuraat
    Madinah
    18 Ayat
    50. Qaaf
    Makiyah
    45 Ayat
    51. Adz-Dzaariyat
    Makiyah
    60 Ayat
    52. Ath-Thuur
    Makiyah
    49 Ayat
    53. An-Najm
    Makiyah
    62 Ayat
    54. Al-Qamar
    Makiyah
    55 Ayat
    55. Ar-Rahmaan
    Madinah
    78 Ayat
    56. Al-Waaqi’ah
    Makiyah
    96 Ayat
    57. Al-Hadiid
    Madinah
    29 Ayat
    58. Al-Mujaadilah
    Madinah
    22 Ayat
    59. Al-Hasyr
    Madinah
    24 Ayat
    60. Al-Mumtahanah
    Madinah
    13 Ayat
    61. Ash-Shaff
    Madinah
    14 Ayat
    62. Al-Jumuah
    Madinah
    11 Ayat
    63. Al-Munaafiqun
    Madinah
    11 Ayat
    64. At-Taghaabun
    Madinah
    18 Ayat
    65. Ath-Thalaaq
    Madinah
    12 Ayat
    66. At-Tahriim
    Madinah
    12 Ayat
    67. Al-Mulk
    Makiyah
    30 Ayat
    68. Al-Qalam
    Makiyah
    52 Ayat
    69. Al-Haaqqah
    Makiyah
    52 Ayat
    70. Al-Ma’aarij
    Makiyah
    44 Ayat
    71. Nuh
    Makiyah
    28 Ayat
    72. Al-Jin
    Makiyah
    28 Ayat
    73. Al-Muzzammil
    Makiyah
    20 Ayat
    74. Al-Muddatstsir
    Makiyah
    56 Ayat
    75. Al-Qiyaamah
    Makiyah
    40 Ayat
    76. Al-Insaan
    Madinah
    31 Ayat
    77. Al-Mursalaat
    Makiyah
    50 Ayat
    78. An-Naba’
    Makiyah
    40 Ayat
    79. An-Naazi’aat
    Makiyah
    46 Ayat
    80. ‘Abasa
    Makiyah
    42 Ayat
    81. At-Takwiir
    Makiyah
    29 Ayat
    82. Al-Infithaar
    Makiyah
    19 Ayat
    83. Al-Muthaffif
    Makiyah
    36 Ayat
    84. Al-Insyiqaaq
    Makiyah
    25 Ayat
    85. Al-Buruuj
    Makiyah
    22 Ayat
    86. Ath-Thaariq
    Makiyah
    17 Ayat
    87. Al-A’laa
    Makiyah
    19 Ayat
    88. Al-Ghaasyiyah
    Makiyah
    26 Ayat
    89. Al-Fajr
    Makiyah
    30 Ayat
    90. Al-Balad
    Makiyah
    20 Ayat
    91. Asy-Syams
    Makiyah
    15 Ayat
    92. Al-Lail
    Makiyah
    21 Ayat
    93. Adh-Dhuhaa
    Makiyah
    11 Ayat
    94. Alam Nasyrah
    Makiyah
    8 Ayat
    95. At-Tiin
    Makiyah
    8 Ayat
    96. Al-‘Alaq
    Makiyah
    19 Ayat
    97. Al-Qadr
    Makiyah
    5 Ayat
    98. Al-Bayyinah
    Madinah
    8 Ayat
    99. Az-Zalzalah
    Madinah
    8 Ayat
    100. Al-‘Aadiyaat
    Makiyah
    11 Ayat
    101. Al-Qaari’ah
    Makiyah
    11 Ayat
    102. At-Takaatsur
    Makiyah
    8 Ayat
    103. Al-‘Ashr
    Makiyah
    3 Ayat
    104. Al-Humazah
    Makiyah
    9 Ayat
    105. Al-Fiil
    Makiyah
    5 Ayat
    106. Quraisy
    Makiyah
    4 Ayat
    107. Al-Maa’uun
    Makiyah
    7 Ayat
    108. Al-Kautsar
    Makiyah
    3 Ayat
    109. Al-Kaafiruun
    Makiyah
    6 Ayat
    110. An-Nashr
    Madinah
    3 Ayat
    111. Al-Lahab
    Makiyah
    5 Ayat
    112. Al-Ikhlash
    Makiyah
    4 Ayat
    113. Al-Falaq
    Makiyah
    5 Ayat
    114. An-Naas
    Makiyah
    6 Ayat
    Demikian Wassalamualaikum WR.WB
    Lihat Selengkapnya - Alqur'an Dengan Arti

    Template by:
    Free Blog Templates